Apa itu profit margin?
Profit margin menunjukkan seberapa besar laba yang Anda simpan dari setiap penjualan setelah semua biaya ditutup. Nilai ini dinyatakan dalam persentase dari harga jual. Rumusnya adalah:
Profit margin (%) = (Laba per unit ÷ Harga jual per unit) × 100
Contoh: jika Anda menjual produk seharga $20 dan total biaya per unit adalah $12,
laba Anda adalah $8. Profit margin Anda adalah 8 ÷ 20 = 0,40, atau 40%.
Apa itu markup?
Markup menunjukkan seberapa banyak Anda menaikkan harga dibandingkan dengan biaya. Nilai ini dinyatakan dalam persentase dari biaya (bukan harga jual). Rumusnya:
Markup (%) = (Laba per unit ÷ Biaya efektif per unit) × 100
Dengan contoh yang sama, biaya $12 dan laba $8. Markup Anda adalah
8 ÷ 12 ≈ 0,67, atau sekitar 67%.
Perbedaan margin dan markup
Margin dan markup menggambarkan laba yang sama, tetapi dari sudut pandang yang berbeda:
- Margin membandingkan laba terhadap harga jual.
- Markup membandingkan laba terhadap biaya.
Margin 50% tidak sama dengan markup 50%. Contoh:
- Jika biaya Anda $10 dan Anda menerapkan markup 50%, harga jual menjadi $15.
- Laba Anda $5, sehingga margin adalah
5 ÷ 15 ≈ 33,3%.
Cara menggunakan Kalkulator Profit Margin & Markup ini
Alat ini dibuat sederhana dan praktis untuk keputusan pricing sehari-hari:
- Isi biaya per unit dan biaya tambahan per unit (jika ada).
- Isi harga jual per unit.
- Opsional: isi kuantitas untuk melihat total laba.
- Klik Hitung untuk melihat laba per unit, margin, markup, dan total laba.
Jika laba per unit bernilai negatif, alat ini akan menandai bahwa Anda sedang menjual rugi sehingga Anda bisa menyesuaikan harga atau menekan biaya.
Tips membuat harga jual yang lebih sehat
Saat mempertimbangkan profit margin dan markup, perhatikan hal-hal berikut:
- Kenali biaya sebenarnya: sertakan biaya kemasan, fee marketplace, diskon, retur, dan rata-rata biaya marketing per penjualan.
- Bandingkan dengan industri Anda: beberapa bisnis bermain di margin tipis dengan volume besar, yang lain butuh margin tinggi untuk aman.
- Rutin evaluasi harga: biaya bahan, ongkos kirim, dan kompetitor bisa berubah, jadi pantau harga Anda secara berkala.
Gunakan kalkulator ini setiap kali Anda menambah produk baru, mengganti supplier, atau ingin mengubah harga jual agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.